Materi Kuliah Moneter II ( Bab.2 INFLASI)

INFLASI

Sub Pokok Bahasan

—2.1  Pengertian Dasar

—Inflasi adalah Proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus-menerus selama suatu periode terten

—2.2  Jenis Inflasi Menurut Jenisnya

Jenis Inflasi Menurut Sifatnya

Jenis inflasi atas dasar besarnya laju inflasi, yaitu :

—Inflasi Merayap (Creeping inflation) ¾®  “< 10% per tahun”

—Inflasi Menengah (galloping inflation) ¾® “biasanya 2 digit–3 digit”

—Inflasi Tinggi (hyper inflation) ¾® “harga-harga naik sampai 5 atau 6 kali”

—

—2.3  Jenis Inflasi Menurut Sebabnya

—Menurut teori kuantitas sebab utama timbulnya inflasi adalah   kelebihan permintaan yang disebabkan karena penambahan jumlah uang beredar.

—Demand-pull Inflation (Dorongan dari Permintaan Konsumen)

—Inflasi ini bermula dari adanya kenaikan permintaan total (agregate demand/AD), sedangkan produksi telah berada pada keadaan kesempatan kerja penuh atau hampir mendekati kesempatan penuh.

—Apabila kenaikan AD menyebabkan keseimbangan GNP berada di atas/melebihi GNP pada kesempatan kerja penuh maka akan terdapat adanya “inflationary gap”.

 

—2.4  Efek Inflasi

—Efek terhadap Pendapatan (Equity Effect)

—Sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan tetapi ada pula yang diuntungkan dengan adanya inflasi.

—Inflasi dapat menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola pembagian pendapatan dan kekayaan masyarakat.

 

—Efek Terhadap Efisiensi (Efficiency Effects)

Inflasi dapat mengubah pola alokasi faktor-faktor produksi melalui kenaikan permintaan akan berbagai macam barang yang kemudian dapat mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang tertentu.

Inflasi dapat mengakibatkan alokasi faktor produksi menjadi tidak efisien.

 

—Efek Terhadap Output (Output Effects)

Inflasi mungkain dapat menyebabkan terjadinya kenaikan produksi.

Karena dalam keadaan inflasi biasanya kenaikan harga barang mendahului kenaiakan upah sehingga keuntungan pengusaha naik lalu akan mendorong kenaikan produksi.

Namun apabila laju inflasi ini cukup tinggi (hyper inflation) dapat berakibat sebaliknya, yakni penurunan output. Dalam keadaan ini, niali uang riil turun drastis, masyarakat cenderung tidak menyukai uang kas, transaksi mengarah ke barter, yang biasanya diikuti dengan turunnya produksi barang.

—2.5  Cara Mencegah InflasI

—Kebijaksanaan Moneter

—Sasaran kebijaksanaan moneter dicapai melalui pengaturan jumlah uang beredar (M).

—Bank sentral dapat mengatur uang giral melalui penetapan cadangan minimum.

—Bank sentral dapat menggunakan apa yang disebut tingkat diskonto (discount rate) yaitu tingkat diskonto untuk pinjaman yang diberikan oleh bank sentral pada bank umum.

—Apabila tingkat diskonto dinaikkan (oleh bank sentral) maka gairah bank umum untuk meminjam makin kecil sehingga cadangan yang ada pada bank sentral juga mengecil. Akibatnya, kemampuan bank umum untuk memberikan pinjaman pada masyarakat makin kecil sehingga jumlah uang beredar turun dan inflasi dapat dicegah.

 

—Kebijaksanaan Fiskal

Kebijaksanaan fiskal yang berupa pengurangan pengeluaran pemerintah   serta  kenaikan  pajak akan dapat mengurangi permintaan total, sehingga  inflasi dapat ditekan.

—

—Kebijaksanaan Yang Berkaitan Dengan Output

Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi.

Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.

 

—Kebijaksanaan Penentuan Harga Dan Indexing

Kalau indeks harga naik, maka gaji/upah juga dinaikkan.

—2.6   Inflasi dan Pengangguran

—Ide tentang adanya hubungan antara inflasi dan pengangguran ada kira-kira pada akhir tahun 1950-an.

—Secara sistematik hubungan ini baru mulai diperkenalkan oleh AW Philips dari hasil studi lapangan tentang hubungan antara kenaikan tingkat upah dengan pengangguran di Inggris pada tahun 1861 – 1957, dia memperoleh hubungan negatif antara prosentase kenaikan upah dengan pengangguran.

—Kurva yang menunjukkan adanya hubungan negatif antara prosentase kenaikan upah dengan pengangguran disebut Kurva Phi

Analisis Efektivitas Dan Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.BPD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Papua

ABSTRAK

Pemerintah Provinsi Papua dengan menempatkan BUMD sebagai salah satu asset yang akan dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah, berbagai langkah dan upaya menempatkan BUMD sebagai institusi yang berpeluang menjadi kontributor terdepan untuk menyumbang perekonomian maupun PAD bagi daerah yakni melalui penempatan dana oleh pemerintah pada lembaga bisnis yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah, tentu dengan penempatan dana ini akan berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yang dapat menciptakan nilai tambah, kesempatan kerja, dan devisa.

Penelitian ini bertujuan 1). untuk mengetahui Efektivitas Kemampuan Keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  PT.BPD  terhadap target penerimaan dari laba PT. BPD dan 2). Untuk mengetahui berapa besar Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.BPD terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Papua.

Metode yang digunakan yaitu  analisis  Efektivitas dan  Analisis Kontribusi.

Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Laba PT.BPD sangat  efektive berdasarkan keuangan neraca dan laba (rugi) PT.BPD, Pos Deposito PT.BPD memiliki kategori sangat efektive, Pos giro  PT.BPD memiliki kategori efektive. Analisis ratio keuangan  PT.BPD, analisis liquidasi atau LDR  PT.BPD memiliki kategori sangat efektive, analisis penerimaan atau BOPO  PT.BPD memiliki kategori efektive. 2).Kontribusi Bank Papua terhadap PAD Provinsi Papua tertinggi terjadi pada tahun 2010 yaitu mencapai Rp.23.339.102.363, atau 6,00%

Saran temuan: Bank Papua dalam pertumbuhan dan pengembangan BUMD perlu dibina dan dilaksanakan, khususnya yang bermotifkan laba usaha untuk meningkatkan penerimaan Bagian laba perusahaan daerah bagi PAD, melalui peningkatan keahlian dan profesionalisme direksi beserta stafnya dalam menjalankan perusahaan sebagai usaha komersial murni yang mengutamakan pertimbangan efisiensi untuk pencapaian laba usaha, pengembangan jiwa dan semangat wirausaha (entrepreneurship) pada direksi beserta staf (BUMD) PT.BPD dalam melaksanakan operasionalisasi usahanya.

 

Kata kunci : Efektivitas Kemampuan Keuangan, Kontribusi

 

http://dosen.ieuncen.ac.id/em/wp-content/uploads/sites/12/2017/04/buku-unpad-press-Mikro.1.doc